Petualangan yang sebenarnya dimulai di hari ketiga. Demi berburu sunrise di bromo kami rela bangun jam 02.00 dan melakukan pendakian ke puncak pananjakan. Sebenarnya pengunjung bisa menyewa jeep untuk naik ke pananjakan, harganya sekitar 250ribu – 350ribu per jeep. Mumpung masih muda ngapain juga kami nyewa jeep (padahal gak punya duit). Biasanya pukul dua pagi sudah banyak bule yang mulai naik, namun bulan maret katanya bukan bulan ramai pengunjung, jadi kami hanya bertemu dua bule pria yang memulai pendakian. Eitsssss,,, kami lupa bawa senter..!!!! padahal pendakian gak ada lampunya..!! mati dah.. sebenanya malam sebelumnya kami mau sewa senter, tp behubung harganya gak cocok kami pikir udahlah besok saja. (dasar gembel! Padahal cm 25 ribu semalem). Trus salah seoang dari kami mencoba tanya tu bule punya senter gak. Arif, “sir, do you have a flashlite?”. Bule, “no money”. Busyet dah, kita dikira jualan senter -_-”. akhinya yaudah lah kami ngikut tu bule berdua, coz mereka punya senter. Ehh, ternyata mereka gak setia kawan, jalannya cepet bener!! kami ditinggal sendirian. Yaudah daripada gak ada, kami pakai senter buatan (layar hape :mekso:). Kata bapak2 yang jaga wisama kita cm suruh ngikutin jalan beton, tapi baru jalan setengah jam jalannya ilang.. aduhh nyasar lagi. Setelah terjadi perhelatan seru yang penuh emosi, akhirnya kami menemukan titik terang. Samar-samar terdengar suara jeep, artinya kami sudah dekat, hore.!! akhirnya setelah mengikuti asal suara, kami tiba di puncak. Pendakian yang harusnya cuma 2 jam ditempuh 3 jam gara-gara nyasar. Khawatir melewatkan sunrise, kami cepat-cepat sholat shubuh lalu cari posisi view yang bagus. Dari puncak terlihat gunung bromo, bathok, dan semeru yang ditutupi kabut tipis.
Emaang bener deh kalo lokasi ini disebut sebagai tempat para dewa, indah banget. Apalagi sunrise yang kami liat benar2 mantap. Oiya,, puas foto-foto, kami nyari makan dulu, maklum gak bawa makanan. Di sekitar puncak ada banyak warung makan dan toko souvenir. Ow, hati2 juga kalo beli edelweis, banyak yang palsu (kami juga ketipu).
Setelah makan, rencananya kami akan jalan sampai ke bromo. Tp beberapa penjual dan tukang ojek menyarankan naik ojek saja, yaudahlah kami tawar sampai akhirnya per orang kena Rp 10.000. wuihhh, ternyata perjalannya jauh juga, untung tadi gak jadi jalan kaki fyuh.. kami berhenti dulu di sebuah bukit sebelum turun ke bromo, katanya sih mereka gak berani turun karena kaldera masih tertutup kabut yang cukup tebal. Itu artinya kita disuruh foto-foto dulu hehe..
Nah, setelah puas, kami pun berjalan pulang ke penginapan. Kami harus berjalan kira-kira 3 kilometer lagi. Hari itu memang hari yang melelahkan namun memuaskan.
Kami masih menginap di penginapan satu malam lagi untuk istirahat. Dan esoknya kami kami baru pulang. Harga bison ke terminal probolinggo lebih murah, yaitu Rp 20.000. kami masih melanjutkan perjalanan bersama hingga terminal surabaya, setelah itu kami berpencar dan saya kembali ke jogja. :D
Catper dari Jogja-Kediri-Bromo
Kereta Parahyangan YK-KDR 19,500
Kacang 1,000
Bis KDR-SBY 15,000
Tolak Angin 4,000
Rames 8,000
Kencing 1,000
Peron 200
Bis Surabaya-Probolinggo 14,000
Bison 40,000
Makan 5,000
Makan 12,500
Ojek 10,000
Makan 6,500
Penginapan 2 malam (sudah dibagi 4) 40,000
Makan 6,000
Bison 20,000
Bis Probolinggo-Surabaya 14,000
Kencing 1,000
Roti 1,000
Bis Mandala (Surabaya-Yogyakarta) 35,000
Total 253,700


15.57
bayu cp
Posted in: 
3 comments:
sunnguh paniorama yang indah gan,
yap,, thanks komennya gan
ndi fotoku?? haha
Posting Komentar