Selasa, 20 Desember 2011

Tahu Tek

Ya tahu tek. Makanan ini baru saya rasakan ketika saya berkunjung di Kediri. Ketika menginap di rumah kawan di Kediri,walaupun katanya dari surabaya. kami sengaja menunggu penjual tahu tek lewat depan rumah. Tapiii, Haduuuh, ditunggu lama banget, baru lewat jam setengah duabelas malem. 

foto : http://imoet.student.umm.ac.id/files/2010/07/tahu.jpg
Tak butuh waktu lama untuk memasak tahu tek, sekitar 15 menit makanan ini telah tersaji. Kesan pertama,  penampilan mirip dengan ketoprak maupun tahu guling. Tapi pada tahu tek memakai petis. Isi dalam satu porsi itu ya tentu tahu goreng, kerupuk, tauge dan disiram dengan saus petis. Entah bumbunya apa saja, yang penting cocok dengan lidah saya.

Keindahan Bukit Parangtritis yang Tersembunyi

Kali ini saya akan mengulas tentang hidden place di  Paris (Pantai Parangtritis). Rencana awal sih kami berdua mau mencari tempat yang tenang untuk mencari suasana aja. Lalu muncullah ide ke tempat tersebut. Kami tidak tau apa nama tempat tersebut, jadi saya namai bukit Parangtritis saja. Sesuai dengan namanya, bukit ini terletak di tepi pantai Parangtritis. Masih belum banyak orang yang mengetahui tempat ini. Biasanya tempat ini digunakan sebagai tempat meluncur bagi yang ingin melakukan olahraga udara (paralayang dan lain-lain)




terlihat pantai


Disana telah tersedia tempat parkir yang luas dan sebuah warung dan pendopo. Dari tempat parkir kita harus berjalan naik bukit yang penuh batu karang,kira-kira 50 meter.
 
Super sekali, kami datang di saat yang tepat, saat itu air laut begitu biru dan langit begitu cerah, bahkan tanpa awan. Dari bukit kami bisa melihat pantai Parangtritis yang penuh akan pengunjung, jadi mirip cendol yang mengumpul (Pantai saat itu ramai).




 
Tips : datanglah di saat cuaca cerah, dan bukan musim hujan, karena jalan menuju bukit begitu curam.

Rute : 
Kota Yogyakarta – Jalan Parangtritis – Pantai parangtritis – ikuti jalan aspal pinggir pantai ke arah timur – ketika ada jalan tanjakan dan ada belokan ke kanan, belok kanan – ikuti jalan hingga jalan berupa jalan cor-coran – Lokasi

Biaya : TPR=3000/orang, Parkir=2000

Minggu, 18 Desember 2011

Gunung Api Purba Nglanggeran


Dari nama tempatnya memang terdengar keren, Gunung Api Purba. Ya, gunung ini terletak di Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Sebelumnya saya, dan ketiga rekan seperjuangan (Roby, Taufik, dan Bose) sudah merencanakan pendakian kecil ini. Perjalanan kami tempuh menggunakan 2 motor, kira2 40 menit dari kota Yogyakarta, melewati jalan2 dengan pemandangan yang luar biasa. Memang waktu yang diambil salah, kami memulai perjalanan sekitar pukul 13.00, jadi ketika sampai di tempatnya sudah cukup panas hadeeeh.

Motor telah diparkir, TPR telah dibayar, bruuuummm… kita naik… di awal perjalanan ada pendopo yang digunakan penduduk sekitar untuk berkumpul, obyek pertama yang ditemui. Jalur yang dilewatu telah dibuat alat bantu untuk naik, misalnya pijakan anak tangga dan tali untuk berpegangan. Pos pertama ditempuh dalam waktu 15 menit. Dari sini pemandangan sangat indah. Mampir dulu foto2 :D









Perjalanan dilanjutkan kembali, cuaca yang cerah membuat keringat kami mengalir cukup deras. Akhirnya sampia puncak juga. Perjalanan sampai puncak butuh waktu kira2 satu jam. Di puncak tidak ada pohon perindang, jadi saya rekomendasikan jangan ambil waktu di tengah hari. Disini pemandangan sangaat bagus, mirip perbukitan di film2 kungfu.. hehe




Ketika kami turun, ada latihan tari di pendopo. Senang bisa melihat budaya asli penduduk sini :D
kami pun pulang di sore hari, tentunya mampir makan dulu…hehe

Rute: Kota Yogyakarta - jalan Wonosari – Pertigaan Polsek Pathuk belok kiri – menara TVRI - Lokasi
Biaya TPR : Rp 2.000 / orang

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India