Melanjutkan trip yang lalu, sekarang kami menuju negeri para dewa, Bromo. Bromo terletak di kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kira-kira dua jam dari kota Surabaya. Bromo terkenal dengan keindahan kawahnya yang menyemburkan asap berbau belerang dan keindahan dari sunrise yang dilihat dari puncak pananjakan.
Perjalanan dimulai dari Kediri, kami berempat, saya, farchan, bob, dan arif menaiki bus jurusan Surabaya (tentu saja bus ekonomi) seharga Rp 15.000. Selama perjalanan yang memakan waktu beberapa jam, kita disuguhi pemandangan yang cukup menarik. Mulai dari pabrik rokok Gudang Garam di kediri, perkebunan tebu yang rimbun, dan juga kali Brantas. Kami juga melewati jalan sidoarjo-surabaya yang disampingnya masih ada tanggul-tanggul penahan lumpur lapindo. Jangan tanya macet atau tidak, karena jalan di sidoarjo yang memang sempit dan lalulintas yang ramai.
Setibanya di Surabaya, kami istirahat untuk makan siang dan sholat Dhuhur. Selepas penat berlalu, kami pun mencari bus tujuan Probolinggo. Tidak sulit untuk mencarinya, harganya Rp 14.000. Perjalanan dilanjutkan dengan duduk di kursi bus yang membosankan. Namun namanya juga bukan orang jawa timur, saya merasa penasaran melihat pemandangan di luar.
Nah, saat menjelang sore kami tiba di terminal Probolinggo, kami mencari bison (kata temen kalo mau naik ke bromo naik angkot yang namanya bison). Daripada bingung alhasil kami tanya ke petugas DLLAJ. “pak, kalo mau naik ke bromo naik apa ya?” , tanya kami. “ow, sama orang ini aja mas. Yaudah kami pun ikut orang yang ditunjuk petugas tadi. Setelah tanya-tanya dari orang tersebut, katanya angkotnya ada dua, yang murah (Rp 40.000) harus nunggu penuh baru berangkat,sedangkan yang mahal (Rp 60.000) bisa langsung berangkat. Kata temen sih paling Rp25.000. Namanya juga orang polos, kami bingung, tawar sani-sini gak ngefek banyak. Yaudah kita ambil yang murah aja, seteleh nego jadi Rp 32.500. Eh, ternyata masih disuruh nunggu jemputan. Udah nunggu setengah jam, orang yang tadi gak nongol-nongol.%#^!! Kita kena tipu..!!! trus kami juga tanya lagi ke petugas DLLAJ, kok tadi gak dijawab naik apa gitu, ehh, ternyata petugasnya juga gak enak sama orang tadi kalo gak dapat uang tipu-tipu, eh maksudnya rezeki. walaupun akhirnya bisonnya datang, tapi sopir bison cuma ambil 25rb, sisanya dimakan orang sialan tadi. Kampret!!. ternyata nasib baik belum berpihak pada kami, bisonnya ngetem seumur hidup di samping terminal..!!! katanya nunggu yang naik ke bromo penuh, karena yang naik ke bromo cuma berempat plus satu orang mahasiswa dan dua orang bule.
![]() |
| bison ke bromo |
Oiya, ternyata kami gak sendirian,si mahasiswa kena 60rb trus bulenya kena 90rb (kalo gak salah). Sampe jam 5 sore belum berangkat, alhasil si bule marah plus mahasiswa marah. Tapi dasar sopir kampret, dia malah semakin nyebelin.. yaudah kami usul bayarnya ditambahin aja, jadi per orang kena tambahan ongkos Rp 7000.
Akhirnya pukul 17.30 bison berjalan naik menyusuri perbukitan. Pokoknya selama perjalanan kami hanya bisa berdoa (jalannya ngeri plus minim lampu). Alhamdulilah menjelang isya kami udah sampe di cemoro lawang (tempat penginapan). Parahnya lagi, kami belum pesan penginapan, haha. Eh si sopir nawarin penginapan, dengan sigap kami jawab “NGGAK.!!”. Untungnya ada penginapan sederhana, namanya “Yog Wisma”. Lumayan semalam Rp 80.000 dibagi berempat, fasilitasnya dobel bed ama selimut extra. Oiya, kalo mau makan ada yang murah, gak jauh dari penginapan, maklum, itu tempat makan para sopir bison. Dan aktivitas selanjutnya adalah menghimpun tenaga buat pendakian di pucak pananjakan esok pukul 02.00.!!


10.49
bayu cp

Posted in: 
0 comments:
Posting Komentar